Wednesday, 3 April 2013

Perhitungan Suppositoria


   Perhitungan suppositoria

Dosis Replacement
Jika dosis zat aktif yang digunakan < 100 mg (untuk bobot supo 2 g),  maka volume yang ditempati oleh serbuk tidak berubah secara bermakna sehingga tidak perlu dipertimbangkan.
Jika bobot supo yang akan dibuat < 2 g maka volume serbuk harus diperhitungkan.
Faktor kerapatan (densitas) dari basis dan serbuk harus diketahui.(Slide kuliah bu Heni)

Berikut adalah cara perhitungan jumlah basis yang dapat digunakan oleh sejumlah bahan obat ataupun bahan pembantu :

1. Density Factor (Dispensing of Medication, 9th, Robert E. King, hal. 96)
Merupakan jumlah gram zat aktif yang setara dengan 1 g basis.
Contoh :
  1. Akan dibuat 12 buah suppo yang mengandung aspirin @ 300 mg dan dibuat dalam cetakan suppo 2 g dengan basis oleum cacao
Maka perhitungan basis oleum cacao yang dibutuhkan untuk suppo tersebut sbb:
àAspirin yang dibutuhkan (dibuat dengan ditambah 1 buah suppo untuk cadangan) = 13 x 0,3 g = 3,9 g
àFaktor densitas untuk aspirin
= 1,1 → 3,9 / 1,1 = 3,55 → 3,9 g aspirin setara dengan 3,55 g oleum cacao.
àOleum cacao teoritis yang dibutuhkan untuk membuat suppo (basis saja tanpa ZA) = 13 x 2 g = 26 g
àOleum cacao sebenarnya yang dibutuhkan untuk membuat suppo
= 26 g – 3,55 g = 22,45 g

b. R/
Aminofilin
10 %
Density factor aminofilin   
1,1
Fenobarbital
1 %
Density factor fenobarbital
0,81
mf Suppositoria no VI
@ 2 g

Jawab :
Jika diminta membuat 6 buah Suppositoria maka umumnya dibuat berlebih, misalnya 8 buah. Langkah pengerjaan :
1. Buat dan timbang 8 Suppositoria yang terbuat dari oleum cacao saja, misal diperoleh bobot total 8
 Suppositoria adalah 16, 8 g. Maka bobot rata-rata 1 Suppositoria adalah 16,8 / 8 = 8
2. Zat aktif ditimbang :
Aminofilin :  10% 2,1 g =1,68g
Fenobarbital : 1% 2,1 g = 0,168 g
3. Dihitung kesetaraan zat aktif dengan oleum cacao :
Aminofilin menggantikan : 1,68 / 1,1 = 1,53 g oleum cacao
Fenobarbital menggantikan : 1,68 / 0,81 = 0,14 g oleum cacao
4. Jumlah total oleum cacao yang ditimbang : 16,8 g – (1,53+0,14) = 15,13 g
5.  Buat 8 Suppositoria yang terdiri dari oleum cacao dan bahan obat kemudian lakukan evaluasi terhadapnya dan serahkan 6 Suppositoria yang baik.

2. Replacement Factor (Lachman,585) Nilai Tukar (IMO, hal 161)
Replacement factor [faktor penggantian dosis (f)] adalah jumlah basis yang dapat digantikan oleh bahan obat. Nilai tukar dimaksudkan untuk mengetahui berat lemak (oleum cacao) yang mempunyai besar volume yang sama dengan 1 gram bahan aktif obat.
Jika f = 0,81 berarti bahwa 0,81 g basis dapat digantikan oleh 1 g bahan obat. f dapat diturunkan dari persamaan berikut :
                                                      ( E  -  G )
                                    f  =  100  x  ------------  +  1
                                                      ( G  x  X )
E               : Berat Suppositoria yang hanya terdiri dari basis
G              : Berat Suppositoria dengan zat aktif x % X   : % bahan obat
G.X       : Jumlah bahan obat dalam Suppositoria
Contoh :
Supositoria mengandung 100 mg fenobarbital, menggunakan oleum cacao sebagai basis.
Bobot supo mengandung 100% ol.cacao = 2 g
Berapa bobot supo yang mengandung 100 mg fenobarbital ?


Jawab :
Karena mengandung 100 mg fenobarbital dalam sekitar 2 g, maka % fenobarbital dalam sediaan supo adalah (100 / 2000) mg x 100% = 5%
Bilangan pengganti fenobarbital, f = 0,81
( E  -  G )
                                    f  =  100  x  ------------  +  1
                                                      ( G  x  X )
( 2 -  G )
                              0,81  =  100  x  ------------  +  1
                                                      ( G  x  5)
                              -0,19 = 200 – 100G
                                               5G
                              -0,19 = 40 – 20G → G = 2,0095 g
Jadi bobot supo dengan 100 mg fenobarbital = 2,0095 g
Dalam perhitungan apabila diketahui maka f dapat langsung dikalikan dengan jumlah bahan obat. Obat-obat yang umum dibuat dalam sediaan Suppositoria, bila dibandingkan dengan oleum cacao yang memiliki f = 1, memiliki faktor pengganti seperti dalam tabel berikut ini :


Bahan aktif
Faktor pengganti
Asam borat
0,67
Fenobarbital
0,81
Hg protein ringan
0,61
Balsam Peru
0,83
Bismuth subgallat
0,37
Bismuth subnitrat
0,33
Camphora
1,49
Malam putih atau malam kuning
1,0
Spermaseti
1,0
Kloral hidrat
0,67
Kinin hidroklorida
0,83
Serbuk daun digitalis
0,61
Ichthammol
0,91
Minyak jarak
1,0
Fenol
0,9
Prokain hidroklorida
0,8
Resorsin
0,71
Salol
0,71
Sulfanilamida
0,6
Sulfatiazol
0,62
Teofilin Na asetat
0,6
Zink oksida
0,15 - 0,25
(Lachman,585)
Untuk bahan aktif larutan nilai tukarnya adalah 1. (IMO, hal 164)

 3. Displacement Value
Adalah jumlah zat aktif yang dapat menggantikan oleum cacao.
Contoh perhitungan :
           Buat dan timbang 6 Suppo oleum cacao tanpa bahan obat, misalnya diperoleh bobot 6,0g.
           Buat Suppositoria dengan 40 % zat aktif diperoleh bobot 8,8 g
                        Jumlah Oleum Cacao   : 60%  x  8,8  =  5,28
                        Jumlah Zat Aktif          : 40%  x  8,8  =  3,52
Jadi jumlah oleum cacao yang dapat digantikan oleh 3,52 g zat aktif adalah : (6,0-5,28) g = 0,72 g

3,52
Displacement value zat aktif adalah :  -------  =  4,89 = 5 (dibulatkan)
0,72
5 g Zat aktif dapat menggantikan 1 g oleum cacao

Data kesetaraan zat aktif dengan basis tidak diketahui
R/ Vioform                              250 mg
mf Suppositoria no VI       @ 2 g
Langkah pengerjaan :
1. Buat dan timbang 8 Suppositoria yang terbuat dari oleum cacao saja, misal diperoleh bobot total adalah 16 g, berarti bobot rata-rata satu Suppositoria adalah 2 g.
2.Kemudian dibuat Suppositoria orientasi dengan 250 mg Vioform dan oleum cacao 1500 mg. Kedua bahan tersebut dicampurkan dan dituangkan ke dalam cetakan (lubang cetakan seharusnya belum terisi penuh), sisa volume diisi dengan lelehan oleum cacao lainnya sampai meluap. Suppositoria yang dihasilkan ditimbang, misal diperoleh bobot 2,2 g.

Maka jumlah oleum cacao adalah : 2,2 - 0,25 g = 1,95 g
Jadi jumlah oleum cacao yang dapat digantikan oleh 250 mg Vioform adalah (2,0 - 1,95)g= 0,05 g
3. Jumlah vioform yang ditimbang adalah : 0,25 g x 8 = 1,5 g
Jumlah oleum cacao yang ditimbang : (2 – 0,05) g x 8 = 16,4 g
4 Campurkan kedua bahan tadi dan tuang ke dalam 8 lubang cetakan. Lakukan evaluasi terhadapnya dan serahkan Suppositoria yang baik.

4.        Metoda Paddock (Penetapan Bilangan Pengganti)
Bilangan pengganti adalah bilangan yang menyatakan jumlah basis yang digantikan oleh zat aktif, dikarenakan perbedaan BJ antara zat aktif dan basis.
Misal, akan dibuat suppo dengan 10% zat aktif, cara penetapan bilangan pengganti :
a      Suppo basis :
 buat basis suppo dan tuang dalam cetakan
 biarkan suppo basis di suhu kamar sampai memadat sempurna
 sempurnakan pemadatan pada suhu dingin (4oC) selama 30 menit
 keluarkan suppo basis dari cetakan dan tibang, misalnya didapat 2 gram
b     Suppo dengan 10% zat aktif :
 buat lelehan basis suppo (90%)
 timbang 10% zat aktif dan masukkan ke dalam lelehan basis suppo yang sudah turun suhunya sampai nilai tertentu bergantung stabilitas zat aktif
 aduk sampai zat aktif terdispersi rata dalam basis
 tuang ke dalam campuran dan biarkan memadat seperti pada prosedur a.
 keluarkan suppo dan timbang, misalnya didapat 2,2 gram
c      Perhitungan :
 bobot suppo 100% basis = 2 g
 bobot suppo 10% zat aktif = 2,2 g
Jadi bobot zat aktif dalam suppo = 0,1 x 2,2 = 0,22 g
       bobot basis dalam suppo 10% zat aktif = 2,2 – 0,22 = 1,98 g
Bobot basis yang digantikan oleh 0,22 g zat aktif = 2 – 1,98 = 0,02 g basis
Bobot basis yang digantikan oleh 1 g zat aktif           = 0,02 / 0,22 = 0,09 g basis
Jadi bilangan pengganti zat aktif = 0,09

baca juga :






0 comments:

Post a Comment

Share It