Saturday, 30 March 2013

Obat & Penggolongannya, Resep & Copy Resep



Pada catatan sebelumnya saya telah sedikit mengenalkan kepada sahabat semua tentang pengertian obat dan penggolongannya dan MengenalPenggolongan Obat Berdasar Kelas Terapi . sekarang saya akan lebih membawa sahabat semua untuk mengetahui obat itu dan sedikit informasi tentang resep dan copy resep. Semoga untun pembaca yang awam bisa mengambil pelajaran didalamnya begitupun dengan seorang pharmacist yang masih kuliah yang nantinya bakal menjadi Apoteker-apoteker yang membanggakan.

·         OBAT DAN PENGGOLONGANNYA
obat menurut undang-undang (UU) merupakan bahan atau paduan bahan yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau patologi manusia yang dapat dijadikan sebagai penerapan diagnose, pencegahan, penyembuhan, pemulihan termasuk kontrasepsi. Obat dibagi menjadi beberapa kelompok sebagai berikut :
1.       obat jadi : adalah bahan atau paduan bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau patologi manusia yang dapat dijadikan sebagai penerapan diagnose, pencegahan, penyembuhan, pemulihan. Tidak mungkin suatu obat dikunsumsi zat aktfinya saja ( misal:  serbuk parasetamol), obat harus dibuat dalam bentuk sediaan. Mengapa ?
a.       agar melindungi obat dari kerusakan
b.      mempunyai nilai estetika ( menarik, contohnya kapsulnya dibuat berwarna )
c.       menutupi rasa yang tidak enak (pahit, dibuat kapsul atau tablet sehingga rasa pahit bisa ditutupi )
2.       obat paten : adalah obat yang masih memiliki hak paten dan dibuat oleh pabrik yang memiliki hak paten tersebut selama waktu hak paten misalnya 10 tahun atau 20 tahun.
3.       Obat generik : adalah obat dengan nama resmi yang tercantum dalam farmakope indonesia untuk zat berkhasiat yang dikandungnya.
4.       Obat generik bermerek :adalah obat generik dengan nama dagang yang menggunakan nama milik produsen yang bersangkutan. Misalnya sanmol dari sanbe yang merupakan parasetamol, dan masih banyak lagi yang lain.
5.       Obat essensial : adalah obat-obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan nasional. Biasanya merupakan obat-obatan yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit yang sering (umum) melanda masyarakat, misal flu, batuk,dll. MenKes mengeluarkan  DOEN yaitu Daftar Obat Essensial Nasional yang merupakan daftar obat-obat yang sering digunakan untuk menyembuhkan penyakit yang umum diderita masyarakat indonesia. DOEN terbit beberapa kali dan sering direvisi
6.       Obat palsu : adalah obat yang dibuat oleh orang yang tidak berhak menurut UU. Obat yang tidak terdaftar secara nasional (obat sebelum di edarkan harus terdaftar ke BPOM untuk diuji kelayakannya) serta obat dengan kadar zat menyimpang > 20%.
Menurut undang-undang,penggolongan obat adalah sebagai berikut :
1.       Obat Bebas ( OTC/OTR )
Obat yang dijual bebas untuk pengobatan sendiri, penggunaannya tanpa pengawasan dokter
Diperoleh bebas tanpa resep dokter, dapat diperoleh di apotek, toko obat berijin, toko (swalayan) dan warung kecil.
Tanda khusus lingkaran hijau dengan garis tepi hitam
Relative aman
Cantoh : tablet vit. C, vit. B kompleks, biogesic, tab. Sirup, obat gosok theumason, bedak salycyl,dll
2.       Obat Bebas Terbatas
Obat yang dijual bebas untuk pengobatan tanpa pengawasan dokter. Namun perlu diperhatikan pengobatan harus dalam jangka pendek ( jumlah tertentu/jemlah terbatas)
Tanda kemasan lingkar biru dengan tepi hitam serta terdapat peringatan.
P. No. 1 – no. 6
P. No. 1 : obat flu
P. No. 2 : obat kumur
P. No. 3 : obat luar kumur
P. No. 4 : rokok anti asma
P. No. 5 : obat kompres
P. No. 6 : obat suppositoria
Contoh :
a.       Tablet dicolgen, paramex, neosep forte,dll
b.      Obat kumur betadin, listerin.dll
c.       Betadin solution, kalpanax tingtur, visine tetes mata, dll
d.      Rokok anti asma à jarang
e.      Rivanol komres
f.        Anusol suppositoria
3.       Obat keras ( Daftar G = GEVAARIJK )
Obat-obat yang tidak digunakan untuk keperluan teknik, yang mempunyai khsiat mengobati, menguatkan, membaguskan, mendesinfeksikan, dll dalam tubuh manusia, baik bungkusan maupun tidak
Obat-obatan berbahaya :
Golongan obat yang pemakaiannya harus dibawah pengawasan , untuk memperoleh harus dengan resep dokter di apotek, R.S, Puskesmas, BP.
Tanda khusus lingkaran merah dengan huruf “K” berwarna merah di tengah lingkaran bergaris tepi hitam.
Contoh : obat antibiotika (amoksisilin, ampisillin tablet, dll ), obat suntik (injeksi)
4.       Obat Wajib Apotek ( OWA )
a.       OWA I
Kontrasepsi, contohnya mycrogynon
Obat saluran pernafasan, misalnya terbutamin (maks 20 tablet), salbutamol (maks 20 tablet). Obat jenis ini hanya diberikan 1 siklus, artinya hanya diberikan 1 strip untuk 1 bulan dengan memeriksa ke dokter terlebih dahulu.
Anagesik, misalnya asam mefenamat, metampiron (antalgin) masing-masing 20 tablet.
Obat kulit topikal, misalnya antibiotik (obat keras oral) serta salep tanpa resep.
b.      OWA II
Obat luar infeksi jamur, misalnya ketokonazol
c.       OWA III
Antihistamin, misalnya cetrizine, CTM masing-masing maks 20 tablet.
5.       Psikotropika
Tanda khusus : seperti tand “obat keras”
Menurut UU No. 5 tahun 1997, psikotropika adalah zat atau obat alamiah maupun sintesis bukan narkotika, yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mentas dan prilaku
Prikotropika sebenarnya digunakan dalam dunia medis, namun banyak disalahgunakan oleh pihak tidak berwenang.
Psikotropika mempunyai 4 golongan dan yang masih digunakan dalam dunia medis adalah golongan 4. Psikotropika golongan IV merupakanpsikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan menghasilkan sindrom ketergantungan. Contoh Diazepam, Fenobarbital, dll.
6.       Narkotika
Tanda khusus : tanda palang merah
Menurut UU No. 35 tahun 2009. Narkotika adalah zat atau obat berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semisintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran
Narkotika dibedakan ke dalam 3 golongan danyang masih digunakan dalam medis golongan 2 dan 3
Narkotika golongan 2 yang digunakan dalam pengobatan, misalnya morfin dan petidin. Sedangkan golongan 3 yang masih digunakan dalam pengobatan adalah kodein (obat batuk) dan Doveri (pulvis Opei Compositum).


·         RESEP DAN SALINAN RESEP
Resep merupakan permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, dokter hewan kepada apoteker untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlaku. Yang berhak menulis resep adalah dokter, dokter gigi dan dokter hewan. Suatu resep harus ditulis dengan jelas dan lengkap.
ð  Resep yang lengkap dan sah harus memuat :
a.       Nama, alamat, dr. Penulis resep & SIP (surat izin preaktek)
b.      Tanggal penulisan resep
c.       Tanda buka penulisan resep = R (recepie)
d.      Nama tanda obat/jenis & jumlah bahan
e.      Macam bentuk sediaan & jumlah yang harus dibuat
f.        Aturan pakai obat
g.       Tanda tangan/paraf penulis resep
h.      Nama, umur pasien
i.         Jenis  hewan & nama pemilik (unutk drh.)
ð  Untuk pasien yang membutuhkan obat, dalam resep ditulis :
àCITO                 = minta segera dilayani
àSTATIM           = segera/penting
àURGENT          =segera
àPIM                   =berbahaya bila ditunda
ð  Pengulangan pada resep :
àITER ( diulang sebanyak 2 kali) = maksudnya pasien  bisa mengambil obat yang diberi tanda iter sebanyak 2 kali (pertama memakai resep asli, kedua memakai kopi resep)
àNI ( Ne Iteratur = tidak boleh di iter )
ð  Jika dokter menginginkan obat melebihi dosis maksimum, biasanya diberi tanda seru (!) dan paraf dokter.
Dalam penulisan resep pasti menggunakan bahasa latin,, mengapa demikian ? ini dikarenakan bahasa latin adalah bahasa mati ( tidak ada pembaharuan kata lagi ), kemudian merupakan bahasa Medical Science seluruh dunia, dan yang lain adalah karena nama latin obat (nama yang tetap dan sudah pasti artinya dapat menjaga kerahasiaan isi resep)
ð  Saat menerima resep, hal pertama yang dilakukan adalah screening resep :
Dalam screening resep yang perlu di perhatikan adalah kelengkapan administratif, kemudian screening farmasetis, dan yang terakhir adalah screening klinis.
a.       Persyaratan administratif
ànama dokter, nomor SIP, alamat dokter, tanggal penulisan resep, paraf dokter.
ànama pasien, alamat, umur, jenis kelamin, berat badan, nama obat, dosis, jumlah yang diminta, cara pemakaian.
b.      Kesesuaian farmasetis : bentuk sediaan, dosis, stabilitas, incompatibilitas, ara pakai dan lama pemberian
c.       Pertimbangan klinis : efek samping, alergi, interaksi dan kesesuaian pemberian.

BAGIAN-BAGIAN RESEP
1.       SUPERCRIPTION : tanda buka penulisan resep R/........ ambillah
2.       INSCRIPTION : macam obat dan dosis terdiri dari :
·         Remedium cardinal : obat pokok
·         Remedium adjuvat : obat tambahan
·         Corrigent  : saporis ( rasanya enak ), odoris ( baunya enak ), coloris ( warnanya menarik/enak ), vehiculum ( pembawa )
3.       SUPCRIPTIO : dalam bentuk apa obat di buat dan jumlahnya
4.       TRANSCRIPTIO/SIGNATURE : aturan pakai

SALINAN RESEP
Salinan resep : copy resep : apograph : afschrift : exemplum : refill prescription
Salinan dari resep dokter yang ditandatangani oleh APA dan harus memuat keterangan yang terdapat dalam resep asli dan keterangan yang bersifat berita sebagai berikut :
a.       Nama dan alamat apotek
b.      Nama dan APA dan nomor SIA
c.       Nama, umur pasien
d.      Nama dokter penulis resep
e.      Tanggal penulisan resep
f.        Tanggal dan nomor urut pembuatan
g.       Tanda R/
h.      Tanda ‘det’ atau ‘deteur’ untuk obat yang sudah diberikan/diserahkan ‘ne det’ atau de deteur’ untuk obat yang belum diserahkan
i.         Tanda ‘det orig’ atau ‘deteur originale’ untuk obat diberikan sesuai dengan resep aslinya.
j.        Tanda ‘Pcc” atau “pro copie conform” adalah sesuai dengan resep asli

Contoh resep
Dokter ......
SP. No. 001/....../.......
Prakterk:
Jl............ telp.........
Kota.....
Kota, 01/01 2013
R/        ........        1 tab
             .......         1 tab
Iter 2x.............     0,002
m.f.l.a.pulv.dtd.no.xx
                  (da in caps)
S.p.r.n Caps 1
                           paraf
R/      ............    caps 500mg no. XII
 s.t.t.d.I
                           paraf
pro : Ny,.....
alamat :..........

Nah di situ tertulis iter 2x, itu berarti pasien boleh menebus resep sebanyak 3x. 1 menggunakan resep asli dari dokter, dan yang 2 dari copi resep. Bagaimana copy resepnya ?

APOTEK “SEHAT SELALU”
SIA :...............
JL......................telp........
A.P.A : dra........ Apt.
SIK/SP : ..........
Kota, tgl,blan,thun
SALINAN RESEP
Resep dari dokter       :..........
Tanggal resep              :............
No. Resep                    :...........
Nama pasien               :...........
R/        ........        1 tab
             .......         1 tab
Iter 2x.............     0,002
m.f.l.a.pulv.dtd.no.xx
                  (da in caps)
S.p.r.n Caps 1                                  det.orig
............    caps 500mg no. XII
 s.t.t.d.I                                             det.
P.c.c.
Paraf/TTD

Apoteker
No SIK/SP

Tanda det.orig pada R/ yang pertama adalah menunjukkan bahwa obat telah diberikan sesuai resep aslinya, tinggal mengambil yang copy resepnya saja. Sedangkan obat yang kedua diberi tanda det yang artinya adalah obat sudah diberikan kemudian yang perlu di ingat adalah jangan lupa memberi tandatangan.
Baik, selesai sudah pembahasan tentang Obat & Penggolongannya, Resep & Copy Resep. Semoga apa yang sedikit saya bagikan informasi ini dapat bermanfaat.

0 comments:

Post a Comment

Share It